{"id":1053,"date":"2026-04-29T14:15:39","date_gmt":"2026-04-29T07:15:39","guid":{"rendered":"https:\/\/absenly.com\/blog\/?p=1053"},"modified":"2026-05-04T10:17:10","modified_gmt":"2026-05-04T03:17:10","slug":"hambatan-umum-saat-tim-hr-beralih-ke-sistem-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/absenly.com\/blog\/hambatan-umum-saat-tim-hr-beralih-ke-sistem-digital\/","title":{"rendered":"Hambatan Umum Saat Tim HR Beralih ke Sistem Digital"},"content":{"rendered":"<article>\n<h1>Hambatan Implementasi HRIS di Perusahaan Indonesia<\/h1>\n<p>Hambatan implementasi hris sering menjadi pintu gerbang kegagalan proyek transformasi HR di banyak perusahaan Indonesia. Dari absensi yang masih dikelola pakai Excel, persetujuan cuti lewat WhatsApp, hingga rekap lembur yang dilakukan secara manual, semua itu berpotensi menciptakan data tidak akurat, payroll terkontaminasi error, dan kendali operasional yang tersekat di satu titik.<\/p>\n<p>Artikel ini memaparkan secara praktis bagaimana tim HR bisa memahami hambatan utama, mengidentifikasi dampaknya pada operasional dan payroll, serta menerapkan solusi berbasis HRIS seperti Absenly untuk mengoptimalkan kerja harian di lingkungan perusahaan multi cabang dengan tenaga kerja lapangan yang luas.<\/p>\n<p>Untuk konteks praktis di Indonesia, solusi HRIS seperti Absenly tidak hanya menyatukan data absensi, cuti, lembur, dan payroll dalam satu platform cloud, tetapi juga dirancang untuk memudahkan adopsi di perusahaan yang memiliki cabang banyak, karyawan lapangan, serta kebutuhan pengawasan real-time.<\/p>\n<p>Pelajari lebih lanjut mengenai dasar fungsional dan praktik terbaiknya melalui halaman <a href=\"\/aplikasi-hris\">HRIS<\/a> dan halaman <a href=\"\/aplikasi-hr-management\">HR Management<\/a>, serta jelajahi fitur cuti online di <a href=\"\/fitur\/aplikasi-cuti-online\">Aplikasi Cuti Online<\/a>. Jika membutuhkan panduan lebih lanjut, hubungi kami melalui <a href=\"\/kontak\">kontak<\/a>.<\/p>\n<h2>Hambatan Implementasi HRIS yang Sering Dihadapi Tim HR<\/h2>\n<p>Bagi HR Manager di perusahaan menengah hingga besar di Indonesia, hambatan berikut sangat umum terjadi saat beralih dari proses manual menuju sistem digital:<\/p>\n<h3>1. Migrasi dan Kualitas Data Master<\/h3>\n<p>Data karyawan, struktur organisasi, jadwal kerja, serta kebijakan cuti sering tersebar di beberapa sistem lama. Merger data yang tidak konsisten meningkatkan risiko duplikasi, missing values, dan mismatch antara data kehadiran dengan data payroll. Solusinya adalah persiapan data master secara terstruktur, mulai dari identitas karyawan, lokasi cabang, alur shift, hingga hak lembur.<\/p>\n<p>Pelajari bagaimana data master dikelola dalam <a href=\"\/aplikasi-hr-management\">HR Management<\/a> untuk meminimalkan kesalahan migrasi.<\/p>\n<h3>2. Perubahan Proses Persetujuan dan Alur Kerja<\/h3>\n<p>Selain absensi, persetujuan cuti, LEMBUR, dan reimburse membutuhkan alur persetujuan yang jelas. Banyak tim HR masih mengandalkan chatting grup atau WhatsApp sebagai alat persetujuan, yang menyebabkan jejak persetujuan sulit dilacak dan data tidak terpusat. HRIS yang tepat menyediakan alur persetujuan berjenjang, audit trail, serta notifikasi otomatis ke semua pemangku kepentingan\u2014tanpa mengorbankan fleksibilitas kerja.<\/p>\n<p>Pelajari cara alur kerja dapat dioptimalkan melalui <a href=\"\/fitur\/aplikasi-cuti-online\">Aplikasi Cuti Online<\/a> dan <a href=\"\/aplikasi-hris\"> HRIS<\/a>.<\/p>\n<h3>3. Sinkronisasi Absensi, Lembur, dan Payroll<\/h3>\n<p>Payroll yang akurat berawal dari data kehadiran yang sinkron. Ketidaksesuaian antara jam kerja, lembur, dan potongan gaji kerap terjadi ketika data harus direkap secara manual dari beberapa sumber. Tanpa data terpusat, payroll terpaksa menebak-nebak jam kerja.<\/p>\n<p>Solusinya adalah sistem absensi berbasis cloud yang terintegrasi langsung dengan payroll, sehingga perubahan di satu sisi otomatis tercermin di sisi lain. Contoh penerapan praktis bisa Anda lihat pada solusi Absenly yang menghubungkan absensi, lembur, dan payroll dalam satu alur.<\/p>\n<h3>4. Pengelolaan Karyawan Lapangan &amp; Multi Cabang<\/h3>\n<p>Karyawan lapangan dan tim yang tersebar di beberapa lokasi menambah tantangan monitor, persetujuan, dan rekap harian. Tanpa fasilitas mobile-first dan geolokasi\/foto absensi, manajer operasional kesulitan menegakkan kepatuhan jam kerja. HRIS modern menawarkan absensi berbasis lokasi dengan foto, pelaporan real-time per cabang, serta dashboard komparatif antar cabang.<\/p>\n<p>Pelajari bagaimana <a href=\"\/aplikasi-hris\">HRIS<\/a> menangani multi cabang dengan fitur-fitur terkait.<\/p>\n<h3>5. Adopsi User dan Dukungan Perubahan<\/h3>\n<p>Hambatan budaya kerja, resistensi terhadap perubahan, dan kurangnya pelatihan teknis bisa memperlambat penerimaan sistem baru. Kunci suksesnya adalah pelatihan berjenjang, dukungan change management, serta showroom penggunaan (pilot) di 1\u20132 cabang sebelum go-live penuh. Pelajari roadmap implementasi dan dukungan teknis melalui halaman <a href=\"\/aplikasi-hr-management\">HR Management<\/a> dan <a href=\"\/aplikasi-hris\">HRIS<\/a>.<\/p>\n<h2>Solusi Melalui HRIS: Fokus pada Praktik Absenly<\/h2>\n<p>Sistem absensi, cuti, lembur, dan payroll berbasis cloud seperti Absenly dirancang untuk menjawab hambatan implementasi HRIS dengan pendekatan praktis. Absenly mengemas berbagai proses operasional menjadi satu ekosistem yang mudah diakses via perangkat seluler, tanpa mengorbankan kontrol, akurasi data, atau kepatuhan regulasi di Indonesia.<\/p>\n<h3>Fitur Kunci yang Mengubah Operasional<\/h3>\n<ul>\n<li>Absensi karyawan berbasis mobile dengan lokasi dan foto untuk validasi kehadiran di lapangan, cabang, atau situs proyek.<\/li>\n<li>Pengajuan cuti digital dengan alur persetujuan berjenjang dan catatan audit trail yang mudah dilacak.<\/li>\n<li>Sistem lembur dengan persetujuan bertingkat dan otomatisasi perhitungan jam lembur serta kompensasi.<\/li>\n<li>Integrasi data absensi dengan payroll untuk eliminasi rekapan manual dan potensi payroll error.<\/li>\n<li>Rekaps laporan HR otomatis yang bisa diekspor ke format laporan reguler tanpa rekayasa data Excel.<\/li>\n<li>Manajemen HR document yang tersentralisasi untuk perizinan, kontrak, kebijakan, dan form internal.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Manfaatnya tidak hanya efisiensi, tetapi juga akurasi data, transparansi persetujuan, serta visibilitas real-time bagi HR &amp; manajer operasional. Untuk gambaran umum fitur-fitur HRIS, kunjungi <a href=\"\/aplikasi-hris\">halaman HRIS<\/a> dan <a href=\"\/aplikasi-hr-management\">HR Management<\/a>.<\/p>\n<p>Pricing model Absenly berbasis langganan per karyawan per bulan, dengan Starter Rp19.000 per user per bulan dan Essential Rp29.000 per user per bulan. Kedua paket mencakup absensi, manajemen cuti, pelacakan lembur, pemrosesan payroll, manajemen reimbursement, serta manajemen dokumen HR.<\/p>\n<p>Informasi lebih lanjut bisa dipelajari melalui halaman produk kami atau melalui <a href=\"\/kontak\">kontak<\/a> jika ingin diskusi kebutuhan spesifik perusahaan Anda.<\/p>\n<h2>Dampak Implementasi terhadap Operasional, Payroll, dan Manajemen<\/h2>\n<p>Ketika HRIS diadopsi dengan benar, beberapa dampak utama berikut dapat dirasakan:<\/p>\n<ul>\n<li>Data kehadiran menjadi real-time dan akurat, memungkinkan perencanaan tenaga kerja yang lebih baik serta penjadwalan shift yang lebih efisien.<\/li>\n<li>Proses persetujuan cuti dan lembur menjadi terstruktur, tersurat, dan mudah diaudit, sehingga meminimalkan sengketa internal.<\/li>\n<li>Payroll berjalan lebih mulus karena data absensi dan lembur terkoneksi langsung, mengurangi risiko payroll errors dan rework.<\/li>\n<li>Monitoring karyawan lapangan dan cabang lebih efektif dengan dashboard terpusat yang bisa diakses manajer operasional kapan saja.<\/li>\n<li>Pelaporan HR menjadi lebih otomatis, menghemat waktu tim HR dari pekerjaan manual yang berulang.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam konteks praktik di perusahaan Indonesia, kemampuan untuk mengelola cabang multi lokasi, karyawan lapangan, serta alur persetujuan digital adalah kunci. Absenly menyediakan integrasi data absensi dengan payroll dan pelaporan HR yang relevan bagi perusahaan yang mengelola banyak karyawan dan tim operasional di berbagai lokasi.<\/p>\n<h2>Best Practice Implementasi HRIS untuk Perusahaan Indonesia<\/h2>\n<ol>\n<li>Definisikan ruang lingkup implementasi secara bertahap, prioritaskan modul absensi, cuti, dan lembur terlebih dahulu, kemudian pelajari integrasi payroll. Gunakan pendekatan bertahap seperti pilot di 1\u20132 cabang sebelum roll-out ke seluruh perusahaan.<\/li>\n<li>Siapkan data master dengan rapi: identitas karyawan, posisi, lokasi cabang, shift pattern, dan kebijakan lembur. Lakukan cleansing data sebelum migrasi ke HRIS.<\/li>\n<li>Rencanakan alur persetujuan yang jelas: siapkan notifikasi, SLA persetujuan, dan audit trail untuk semua proses (cuti, lembur, reimbursement).<\/li>\n<li>Pastikan keamanan data dan kepatuhan regulasi (PPU\/DPHP terkait data karyawan). Gunakan kontrol akses berbasis peran (RBAC) agar data sensitif terlindungi.<\/li>\n<li>Rancang pelatihan dan change management: berikan modul training untuk HR, supervisor, dan karyawan, plus sesi Q&amp;A untuk mengatasi kekhawatiran pengguna.<\/li>\n<li>Uji coba integrasi dengan payroll secara menyeluruh sebelum go-live, dan siapkan rencana rollback bila ada kendala teknis.<\/li>\n<\/ol>\n<div style=\"overflow-x: auto;\">\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd;\">\n<thead>\n<tr style=\"background: #f6f6f6;\">\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Aspek<\/th>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">HR Manual<\/th>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Sistem Digital (Absenly)<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Absensi &amp; Data Karyawan<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Rekap di Excel, rentan error, terfragmentasi per cabang<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Absensi mobile, lokasi\/foto, data terpusat real-time<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Persetujuan Cuti\/Lembur<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Proses manual melalui chat\/WhatsApp, jejak audit lemah<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Alur persetujuan berjenjang, notifikasi otomatis, audit trail<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Payroll<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Data tidak sinkron, rekam lembur manual, potongan tidak konsisten<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Integrasi langsung dengan payroll, data konsisten<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Monitoring Cabang<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Laporan terpisah, pembandingan cabang sulit<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Dashboard multi cabang, real-time &amp; perbandingan<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<h2>Contoh Penerapan atau Use Case<\/h2>\n<p>Perusahaan ABC, sebuah perusahaan menengah dengan 350 karyawan dan 5 cabang, mengadopsi Absenly untuk mengelola absensi, cuti, lembur, dan payroll. Sebelum implementasi, setiap cabang memiliki proses tersendiri dengan template Excel terpisah. Setelah go-live, perusahaan mengalami:<\/p>\n<ul>\n<li>Penurunan selisih data absensi hingga lebih dari 90% dalam 2 bulan pertama.<\/li>\n<li>Proses persetujuan cuti menjadi transparan dengan audit trail, mengurangi sengketa cuti.<\/li>\n<li>Payroll lebih cepat berjalan karena data lembur otomatis terhitung berdasarkan jam yang valid.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Konten lebih lanjut tentang praktik implementasi dan studi kasus dapat ditemukan di halaman <a href=\"\/aplikasi-hris\">HRIS<\/a> serta contoh alur kerja yang terotomatisasi pada <a href=\"\/fitur\/aplikasi-cuti-online\">Aplikasi Cuti Online<\/a>. Untuk diskusi kebutuhan spesifik, hubungi tim kami melalui <a href=\"\/kontak\">kontak<\/a>.<\/p>\n<h2>FAQ<\/h2>\n<h3>1. Apa itu hambatan implementasi HRIS?<\/h3>\n<p>Hambatan implementasi HRIS adalah tantangan yang muncul saat perusahaan beralih dari proses manual ke sistem digital, seperti migrasi data, perubahan proses persetujuan, sinkronisasi data dengan payroll, serta adopsi pengguna.<\/p>\n<h3>2. Bagaimana cara mengatasi data yang tidak akurat saat migrasi?<\/h3>\n<p>Lakukan cleansing data secara menyeluruh sebelum migrasi, tetapkan owner data, buat standar format data, dan jalankan pilot untuk memastikan data masuk ke sistem dengan benar.<\/p>\n<h3>3. Apa langkah awal yang disarankan untuk implementasi HRIS?<\/h3>\n<p>Langkah awal: tentukan ruang lingkup, persiapkan data master, rancang alur persetujuan, lakukan pilot di 1\u20132 cabang, pelatihan pengguna, lalu implementasikan secara bertahap ke seluruh organisasi. Pelajari lebih lanjut melalui halaman <a href=\"\/aplikasi-hr-management\">HR Management<\/a> atau hubungi kami di <a href=\"\/kontak\">kontak<\/a>.<\/p>\n<h3>4. Bagaimana integrasi dengan payroll bekerja?<\/h3>\n<p>HRIS yang terintegrasi dengan payroll secara otomatis memanfaatkan data kehadiran, lembur, dan potongan untuk menghasilkan slip gaji tanpa rekapan manual. Pastikan data master karyawan konsisten dan alur persetujuan berjalan lancar.<\/p>\n<h3>5. Apakah Absenly cocok untuk perusahaan mult cabang dan tenaga kerja lapangan?<\/h3>\n<p>Ya. Absenly dirancang untuk mobile-first attendance, lokasi\/foto absensi di lapangan, serta pemantauan real-time per cabang. Platform ini juga mendukung alur persetujuan lembur berjenjang dan integrasi payroll untuk operasional perusahaan di Indonesia.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Hambatan implementasi HRIS tidak selalu berarti kegagalan transformasi. Dengan pendekatan yang tepat\u2014persiapan data master yang rapi, desain alur persetujuan yang jelas, pilot implementasi, pelatihan komprehensif, serta fokus pada integrasi data antara absensi, lembur, dan payroll\u2014perusahaan dapat meraih manfaat nyata: data kehadiran akurat, operasional HR yang lebih efisien, dan kendali manajemen karyawan yang lebih baik.<\/p>\n<p>Absenly hadir sebagai contoh solusi yang menyatukan kebutuhan operasional HR di Indonesia dalam satu platform cloud, dengan fitur absensi mobile, persetujuan cuti online, pengelolaan lembur berjenjang, dan integrasi payroll yang mengurangi pekerjaan manual.<\/p>\n<p>Ingin melihat bagaimana hambatan implementasi HRIS dapat diatasi secara praktis di perusahaan Anda? Minta panduan implementasi HRIS dari Absenly sekarang.<\/p>\n<p>Hubungi tim kami melalui <a href=\"\/kontak\">kontak<\/a> atau minta demo untuk memahami bagaimana solusi ini bisa diadopsi secara spesifik sesuai kebutuhan perusahaan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; margin-top: 28px;\"><a style=\"background: #0a74da; color: white; padding: 12px 22px; border-radius: 6px; text-decoration: none; font-weight: 600;\" href=\"\/kontak\">Minta panduan implementasi HRIS dari Absenly<\/a><\/p>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hambatan Implementasi HRIS di Perusahaan Indonesia Hambatan implementasi hris sering menjadi pintu gerbang kegagalan proyek transformasi HR di banyak perusahaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":376,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"slim_seo":{"title":"Hambatan Umum Saat Tim HR Beralih ke Sistem Digital","description":"Tim HR sering menghadapi hambatan saat beralih ke sistem digital. Pelajari tantangannya dan cara meminimalkan resistensi."},"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-1053","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hris-implementation"],"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/hr-digital.webp",1200,628,false],"thumbnail":["https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/hr-digital-150x150.webp",150,150,true],"medium":["https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/hr-digital-300x157.webp",300,157,true],"medium_large":["https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/hr-digital-768x402.webp",768,402,true],"large":["https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/hr-digital-1024x536.webp",1024,536,true],"1536x1536":["https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/hr-digital.webp",1200,628,false],"2048x2048":["https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/hr-digital.webp",1200,628,false]},"uagb_author_info":{"display_name":"Depi Absenly","author_link":"https:\/\/absenly.com\/blog\/author\/depidamin\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Hambatan Implementasi HRIS di Perusahaan Indonesia Hambatan implementasi hris sering menjadi pintu gerbang kegagalan proyek transformasi HR di banyak perusahaan [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1053"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1053\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1175,"href":"https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1053\/revisions\/1175"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/absenly.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}